Pembiasaan Pemikiran Positif melalui Pengenalan Potensi atau Kekuatan Positif Diri di Awal dan di Akhir Pembelajaran.
A. Latar Belakang
Pernyataan KI Hadjar Dewantara “Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri, Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu” merupakan sebuah pernyataan pesan yang harus berakar kuat dalam tugas tanggung jawab guru untuk lebih mengenali segala potensi atau kekuatan setiap siswa.
Dalam PBM di SMA Negeri 2 Ambon, banyak guru masih kurang membiasakan siswa untuk mengenali diri mereka dengan semua potensi dan kekuatan positif yang para siswa miliki. Guru sering menilai siswa dari segi keaktifan dan tidaknya. Sehingga siswa pun tidak terbiasa untuk mengenali kekuatan atau potensi mereka. Siswa menjadi larut dalam pemikiran negatif seperti malu berbicara, takut menjawab, tidak mau terlibat aktif. Siswa lain pun menjadi terbiasa menilai teman karena hal-hal tersebut dari pemikiran negatif.
Selain guru, siswa pun terkadang tidak menyadari bahwa
mereka memiliki potensi atau kekuatan positif. Kendalanya ada secara internal
maupun eksternal yang sekilas telah tergambar dalam paparan di atas.
Jika kita selalu memberi ruang khusus di awal dan diakhir
pelajaran untuk setiap siswa menggali potensi positif mereka, maka pastinya
anak-anak akan terbiasa berpikir secara positif dalam pembelajaran.
B. Deskripsi Aksi Nyata
Dalam melaksanakan aksi nyata ini saya mengawalinya dengan memilih beberapa
kelas pada awal pertemuan di semester genap ini . Namun, ketika akan melakukan
aksi nyata ini, laptop saya mengalami gangguan saat menjadualkan pertemuan
secara virtual. Sehingga, pelaksanaan kegiatan PBM itu baru dapat dilakukan
pada tanggal 16 Februari 2021 dengan 3 kelas sampel yaitu X IPS 2, X IPA 4, dan
X IPA 2.
Dalam proses pembelajaran, setelah berdoa, saya mulai mengarahkan mereka
pada karakter baik dan semangat yang harus konsisten untuk belajar. Dan memalui
aplikasi padlet, saya memintakan mereka untuk menuliskan potensi-potensi positif
dalam diri mereka yang dapat memotivasi mereka dalam PBM hari ini (yang sedang
berlangsung).
Setelah mereka menuliskan semuanya, kita pun mulai berproses dalam pembelajaran dengan materi Teks Biografi. Dan semuanya berjalan dengan baik. Setelah memasuki akhir kegiatan pembelajaran, saya memintakan mereka untuk masuk kembali pada link padlet yang saya bagikan untuk kembali melihat, mengevaluasi, apakah semua potensi yang telah mereka tulis sebelumnya sudah terlihat atau ditunjukkan oleh mereka atau belum dalam PBM yang tadi berlangsung. Kemudian, mereka mengisi padlet tersebut dengan hal positif yang sudah mereka tunjukkan dan yang belum mereka tunjukkan.
Hal terakhir yang saya buat yaitu masing-masing anak merefleksikan apa yang sudah mereka tuangkan di padlet saat awal dan diakhir pelajaran tersebut sebagai upaya untuk semakin menguatkan refleksi mereka terhadap hal-hal positif dari dalam diri mereka yang sebenarnya dapat mereka tunjukkan secara total dalam setiap PBM, sekaligus mereka menilai diri mekeka sendiri.
C. Hasil Aksi Nyata
Membentuk pemikiran positif siswa yang konsiten berdasarkan potensi positif diri masing-masing dalam proses pembelajaran yang saya lakukan melalui pengenalan diri sendiri dengan mengisi padlet tentang potensi dan hal-hal positif dalam diri masing-masing yang dapat memotivasi mereka saat di awal dan akhir PBM membuahkan hasil yang baik meskipun belum konsisten apa yang mereka tuliskan dengan apa yang dapat mereka tunjukkan.
Yang paling menarik adalah di bagain refleksi akhir keseluruhan apa yang
sudah mereka tuliskan atau tunjukkan membuat mereka menilai diri mereka
sendiri. Mereka dapat melihat dampak ketika mereka mampu menunjukkan hal-hal
atau potensi-potensi positif mereka dan saat mereka tidak menunjukkan
potensi-potensi positif dalam diri mereka. Mereka mampu merefleksikan dan
membuat harapan yang positif untuk memperbaiki apa yang mereka anggap belum
baik dalam PBM yang tadi berlangsung.
Dengan demikian, maka saya optimis bahwa jika kita secara konsiten memberi
ruang untuk mereka dapat merefleksikan diri dengan segala potensi terbaik
mereka dan memotivasi mereka dengan baik maka pasti akan terbentuk
pemikiran-pemikiran positif dengan yang konsisten.
D. Pembelajaran dari Aksi Nyata (Kegagalan maupun keberhasilan)
Pembelajaran yang dapat saya ambil dari aksi nyata ini yaitu bahwa setiap
anak memiliki potensi terbaik dalam diri mereka. Mereka hanya memerlukan dorongan
yang secara intens diberikan pada waktu - waktu yang tepat. Ruang-ruang belajar
bukan hanya dapat kita pakai sebagai wadah membagi ilmu, tetapi juga untuk
menciptakan hal-hal baru yang lebih bermakna terutama untuk siswa. Mereka punya
harapan dan impian yang tidak kita ketahui. Namun, jika ada cara yang tepat
yang bisa kita pakai, maka semua yang terbaik dalam diri mereka akan terlihat
oleh kita. Kita bimbing, kita tuntun ke arah yang tepat, sehingga harapan dan
impian mereka dapat terwujud.
E. Rencana Perbaikan
Rencana perbaikan di masa mendatang yang perlu saya lakukan adalah saya
harus memberi ruang refleksi yang intens namun bervariasi untuk membantu mereka
membentuk karakter yang senantiasa membawa segala pemikiran mereka dalam
bingkai yang positif disertai kemauan yang kuat untuk mewujudkan segala impian
dan harapan mereka.
A. Dokumentasi Proses
dan Hasil
Ke Kelas sampel X IPS 2
Pengisian Padlet yang berisikan



Komentar
Posting Komentar