Sosialisasi Kesepakatan Kelas
sebagai Langkah Awal Penerapan Budaya Positif di Kelas
A. Latar Belakang
Sekolah merupakan institusi pembentukan karakter, khususnya karakter positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa sekolah sebagai sarana memperkuat karakter positif siswa melalui pembiasaan hal-hal positif dalam setiap pembelajaran baik akademik maupun non akademik. Ruang yang lebih spesifik lagi dari sekolah adalah kelas. Di dalamnya banyak terdapat karakter siswa baik positif maupun negatif yang dapat menimbulkan dampak dari masing-masing karakter tersebut. Banyak siswa, belum terbiasa konsisten dalam berperilaku. Oleh karena itu, kesepakatan kelas memang patut dibuat. Dan untuk mengukur kekonsistenan pembiasaan-pembiasaan positif mereka, maka perlu kerjasama yang baik dari setiap komponen sekolah, terutama dari orang tua.
Dalam proses pembelajaran daring di era masa pandemic covid-19 ini, orang tua memegang peran penting dalam pengontrolan yang lebih terhadap kegiatan belajar anak. Berpegang pada kesepakatan kelas yang telah dibuat, maka akan dengan mudah membantu orang tua untuk melakukan tugas tanggung jawab pengontrolan dalam setiap kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam aturan atau kesepakatan tersebut. Semua itu memerlukan sebuah bentuk kegiatan yang dapat memperkenalkan kesepakatan kelas bagi orang tua. Karena, jika orang tua telah mengenal dan mengetahui kesepakatan kelas yang telah dibuat, maka secara langsung orang tua pun berperan untuk menciptakan dan menguatkan karakter positif serta membiasakan penerapannya di setiap proses belajar di kelas meskipun secara daring.
Di sekolah saya, orang tua pun diminta tuk berperan dalam menciptakan sebuah pembiasaan budaya positif di dalam proses pembelajaran di kelas. Namun, untuk mengetahui secara detail tentang apa yang harus atau perlu dilakukan untuk menciptakan hal tersebut semisal tentang isi sebuah kesepakatan kelas yang dibuat terkadang masih minim. Oleh karena itu, tersirat harapan saya bahwa dengan adanya sosialisasi kesepakatan kelas kepada orang tua akan semakin membantu sekolah menciptakan dan memperkuat pembiasaan karakter positif anak sebagai budaya positif di sekolah.
B. Deskripsi Aksi Nyata
Dalam rangka mensosialisasikan kesepakatan kelas yang telah dibuat dengan kelas X IPA 1, dimana sebagai walikelas sangat mengharapkan dukungan dari orang tua terhadap penerapan karakter positif yang konsisten dari anak dan menjadikannya sebagai sebuah budaya positif sekolah, maka hal-hal yang saya lakukan adalah :
1. Saya bersama kelas X IPA 1 mengevaluasi semua proses belajar selama semester ganjil yang telah selesai dan membuat kesepakatan kelas untuk menjadi acuan pada semester genap. (Senin, 07 Desember 2020, Pukul 18.00 WIT)
2.
Saya membangun
komunikasi dengan orang tua untuk menetapkan kesepakatan waktu pertemuan melaui
whatssapp pada tanggal 09.Januari 2021 dan disepakati untuk pertemuan tanggal
11 januari 2021 namun pada akhirnya dibatalkan karena tugas mendadak yang harus
saya lakukan.
Saya merasa hal ini penting karena banyak orang tua yang memiliki kesibukan masing-masing. Dan kita pun bisa saling menyetujui waktunya khusus jam yang tepat untuk dapat bertatap muka secara virtual.
3. Saya bersama orang tua sepakat tanggal 12 januari 2021, pukul 18.00 WIT waktu yang tepat untuk mengadakan pertemuan Sosialisasi Kesepakatan Kelas secara virtual melalui aplikasi Teams.
4.
Pemantauan perdana
penerapan kesepakatan kelas tanggal 15
januari 2021, pukul 07.00 WIT.
C. Hasil Aksi Nyata
Kegiatan ini berawal dari evaluasi proses dan ditindaklanjuti dengan membuat kesepakatan kelas makahanya sosialisai kesepakatan kelas yang telah dibuat oleh kelas X IPA 1 ke orang tua, maka pastinya hasilnya yaitu orang tua sangat mendukung dan menyambut baik hasil kesepakatan yang telah dibuat oleh kelas. Dan merekapun sangat mengapresiasi kesepakatan tersebut sebagai bagian dari pembentukan karakter anak menjadi lebih abik, misalnya disiplin tertib dan lain sebagainya.
D. Pembelajaran dari Aksi Nyata (Kegagalan maupun keberhasilan)
Ada pembelajaran yang didapat dalam sosialisasi ini. Bahwasannya orang tua
sangat mendukung setiap hal baik yang dilakukan oleh sekolah demi kebaikan anak
khususnya pembentukan karakter yang berbudaya positif. Walaupun terkadang
sebagai guru, seringkali kita menimpakan kesalahan pada orang tua ketika kedapatan
ada perubahan sikap atau perlakuan tindakan yang negatif oleh anak. Kita sering
menilai orang tua tidak memberi perhatian penuh bagi anak, orang tua tidak
meluangklan waktu bagi anak karena kesibukan pekerjaan. Padahal, sebagai guru
kita tidak sadar bahwa terkadang komunikasi yang sangat minim yang terbangun
melalui sharing, sosialisasi dan bentuk komunikasi lainnyadengan orang tua
itulah yang dapat memicu munculnya perilaku-perilaku yang tak berbudaya positif
dari anak. Pembelajaran itulah yang harus kita ambil sebagai guru. Apalagi di
tengah proses belajar daring/PJJ/BDR yang sangat membutuhkan komunikasi intens
antara kita sebagai guru dengan orang tua guna mendukung terciptanya karakter
anak yang berbudaya positif dalam setiap proses belajar.
E. Rencana Perbaikan
Rencana perbaikan di masa mendatang yang perlu saya lakukan adalah saya
harus terus membuka dan membangun komunikasi secara intens dengan orang tua,
terkait segala proses pembelajaran yang diikuti anak, masalah-masalah sikap dan
karakter anak yang muncul. Karena dengan demikian, transparansi tentang
karakter setiap anak lebih terbuka bagi orang tua. Dan secara bersama dengan
orang tua dapat mencari solusi atau jalan keluar atas permasalahan-permasalahan
karater yang ada. Tak ada lagi saling menyalahkan, namun secara bersama
menciptakan karakter anak yang berbudaya positif dalam sepanjang hidupnya.
F. Dokumentasi Proses
dan Hasil
Proses membuat kesepakatan kelas bersama siswa X IPA 1
Proses Rapat dengan orang tua
Testimoni Orang tua







Komentar
Posting Komentar